Pemdes Kedungpring  Gelar Pawai Budaya Tahun 2022

Budaya135 Dilihat

Gresik, beritanews9.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik  kembali menggelar pawai budaya dalam rangka memperingati HUT RI yang ke 77 . Uniknya, ada berbagai replika patung hewan atau tokoh dengan ukuran raksasa. Seperti naga, singa, srigala hingga tokoh pewayangan semar.

Kepala Desa Kedungpring  Priyono mengatakan, kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI ke-77 ini diikuti sebanyak 28 kelompok perwakilan RT. “Masing-masing kelompok punya kreasi yang berbeda,” kata Priyono, Rabu (25/8/2022) sore.

Pawai Budaya  dibuka langsung oleh Camat Balongpanggang M. Amri  Kemudian berbagai replika patung raksasa diarak di Jalan Raya Kedungpring  dan berkeliling desa. Tampak ribuan warga yang penasaran menonton dipinggir jalan.

Kepala desa Kedungpring Priyono (58) bersama ibu mengawali jalan sambil bergandengan tangan dan menyapa warga ikut berjalan kaki sederajat dengan masyarakat lain. “Jangan kepala desa duduk di kereta kencana masyarakatnya jalan kaki,” celetuknya.

“Saya ingin menyamakan dengan warga lain untuk jalan, sehingga sama sama merasakan panasnya matahari, dan panasnya aspal”. Tambahnya.

Untuk membuat satu buah replika patung raksasa, satu kelompok bisa menghabiskan uang hingga 5. juta. Semua dananya dari swadaya masyarakat. “Untuk sound system saja bisa habis 2 jutah, belum kreasi atau kerajinannya,” terang Amin, didampingi Sekdes Debi.

Jika dahulu patung raksasa digerakan dengan cara manual, seperti ditarik dengan tali. Tahun ini lebih mekanik. “Kayak semburan api naga, dulu ya manual sekarang memakai kompesor untuk menyemprotkan api,” jelasnya.

Pemdes Kedungpring  berharap, kegiatan pawai budaya  mampu menumbuhkan kerukunan dan kekompakan warga. Sekaligus membangkitkan perekonomian warga. “Semoga tahun mendatang tambah meriah,” ungkapnya.

Sementara, Anggota DPRD Gresik Anton dari Fraksi PDIP  yang datang menyaksikan acara mengaku kagum dengan kreasi replika raksasa yang dibuat warga. “Tadi kaget lihat naganya bisa menyemburkan api,” ujarnya.

Menurut M. Saifuddin selaku ketua Panitia pawai Budaya ini mempunyai  daya tarik yang hebat. Sehingga ribuan warga tertarik datang. Bahkan ada pengunjung dari luar kota, seperti Surabaya, Lamongan hingga Mojokerto.

“Ini potensinya besar. Semoga bisa menumbuhkan perekonomian warga sekitar,” harapnya (Guh)