Hj. Lilik Gelar Sosper Perundang Undangan DPRD Kabupaten Gresik Tahap VI Tahun 2023

Pemerintahan53 Dilihat

Gresik, beritanews9. Com – Sosper Perundang undangan DPRD Kabupaten Gresik tahap VI tahun 2023 bertempat di kediaman HJ Lilik Hidayati SE.MM Jl Sunan Giri 4/22 Kawisanyar, Kecamatan Kebomas, Sabtu 29/07/2023 Kabupaten Gresik,

Diawali sambutan singkat oleh Ketua DPC PPP Kebomas H. Mustofa Kamil mengatakan “Saya mengharapkan semua anggota DPC yang hadir berjuang bersama- sama. Semoga PPP di Pemilu 2024 sukses dan bermanfaat bagi kalangan sekitarnya.” tegas Mustofa.

dihadiri oleh anggota DPRD PPP , Hj. Lilik Hidayati S.E., M.M, Asisten I Suyono S.H., S.Sos., M.M., H.Khoiri Alwi , Ketua DPC PPP Kebomas H.Mustofa Kamil, 8 DPC PPP dan 100 Peserta .

Selanjutnya anggota DPRD Fraksi PPP Hj Lilik Hidayati menyampaikan” Sosialisasi Perundang undangan ada 2 materi di tahun ini, peraturan perundang undangan yang membuat DPRD Kab.Gresik Ekstra untuk menangganinya. Yang pertama tentang Percepatan Penanggulan Kemiskinan Perda no 14 tahun 2019.
Yang kedua Perda no 3 Tahun 2021 tentang Pengurangan plastik sekali pakai.” ujarnya.Pukul 09.00 wib.

Setelah pemaparan ada sesi tanya jawab dari peserta terkait pengangguran dan kemiskinan yang semakin banyak .

Selanjutnya Hj.Lilik memaparkan ” Untuk melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan diperlukan upaya penajaman yang meliputi penetapan sasaran ,perancangan dan keterpaduan program ,monitoring evaluasi serta efektifitas anggaran, perlu dilakukan penguatan kelembagaan ditingkat daerah yang menanggani penanggulangan kemiskinan.

Contoh program untuk menangganinya ialah selain bantuan pangan dan sandang ,kesehatan ,pendidikan serta perumahan juga mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro,pelatihan ketrampilan .” paparnya.

Selain sosialisasi Hj Lilik juga mengajak peserta ikut serta mendoakan almarhumah Ibu Mertua yang meninggal dunia.

Sementara itu Suyono Asisten I Kab.Gresik menyampaikan ” Bahwasanya Sosper Perda no 3 tahun 2021 ialah pengurangan pengunaan plastik sekali pakai ,jadi kita berupaya bagaimana caranya mengurangi plastik yang bertujuan supaya timbunan sampah plastik dan dampaknya ,itu semua bisa menjadi bahan pencemaran lingkungan hidup.

Maka dari itu Bupati menetapkan kawasan pengguna plastik seperti Pusat perbelanjaan ,pertokoan ,pasar, kantor pemerintah / swasta ,sarana dan prasarana publik.

Kenapa demikian karena sampah yang dihasilkan oleh plastik sekali pakai memerlukan waktu yang lama penguraiannya.Harapan Perda adalah menekan kan pada aspek komoditi pasar ritel modern atau tradisional untuk tidak menyediakan plastik sekali pakai kepada konsumen dan mengantinya dengan kemasan ramah lingkungan.” jelasnya.

” Harapan kami masyarakat di Kab.Gresik bisa melaksanakannya sesuai Perda yang ada di Kab.Gresik.” pungkas Hj.Lilik Hidayati SE.MM, (Et)