Bartender Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Surabaya, Arnold ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus miras maut menewaskan tiga orang

Beritanews9.com || Surabaya – Bartender Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Surabaya, Arnold ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus miras maut menewaskan tiga orang.

Penetapan tersangka itu disampaikan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce.

“Ditetapkan satu orang sebagai tersangka. Inisial AJS (Arnold), 27 tahun, asal Karangpilang, Surabaya,” terang Pasma dalam pers rilis di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (5/1/2024).

Untuk diketahui, pesta miras di Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Surabaya pada Jumat (22/12/2023) itu menewaskan tiga orang, dua di antaranya personel Band Ogie and Friends.

Tiga orang tewas itu adalah William Adolf Refly (drummer) dan Reza Ghulam Achmad (saxofone). Sementara satu lainnya bernama Indro, pengusaha sound system yang merupakan kolega dari Band Ogie and Friends.

Sementara peserta pesta miras yang selamat adalah MT (vokalis), OG (keyboard), HR (gitaris), SF (saxofone), DV (vokalis). Juga MF, rekan Indro.

Salah satu korban selamat dalam kasus miras maut Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Surabaya adalah Mitra Ohello, vokalis Band Ogie and Friends.

Female singer 41 tahun itu sudah diperbolehkan pulang, setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya. Bahkan dia sempat kritis di RSU dr Soetomo.

Mitra mengaku mengalami beberapa penurunan penglihatan hingga gerak motoriknya sedikit lemah. Hal itu yang membuat dirinya masih dalam pantauan dokter. Meski sudah dibolehkan pulang, tapi ia belum dinyatakan sembuh total.

“Ya masih berusaha pemulihan. Paling parah mata dan kaki. Mata (pengelihatan) kabur dan kaki gak bisa buat berdiri lama,” terang Mitra kepada wartawan di rumahnya, Kamis (4/1/2023).

Mitra menyebut sudah menceritakan banyak hal tentang kondisi kesehatannya kepada kuasa hukum.

Sebelumnya, Mitra dijenguk oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji di rumahnya Jalan Abdullah, Tenggilis Mejoyo.

Dalam kunjungannya, Cak Ji berbincang cukup hangat. Mitra didampingi keluarga menjelaskan kondisinya ketika terbaring di RS Gotong Royong, hingga hasil pemeriksaan dokter yang menunjukkan ada kandungan metanol dalam darahnya.

Setelah itu, Cak Ji menyebut bahwa kejadian tersebut mirip kasus Jesicca Kumala Wongso yang dianggap mencampur sianida ke kopi I Wayan Mirna Salihin. Kasus itu menghebohkan Indonesia beberapa tahun silam.

“Itu kan hampir sama (kasus) ini, orang pada saat kejadian Mirna sianida yang ada di Jakarta. Bahkan (Mbak Mitra) masih nggliyeng-nggliyeng (pusing) ini,” pungkasnya.

Arnold, bartender Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Surabaya dijerat pasal berlapis, salah satunya pembunuhan, usai ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce menyebut bahwa tersangka Arnold dijerat Pasal 388 KUHP tentang Pembunuhan dan 204 KUHP yang mengatur tentang ancaman hukuman bagi produsen miras oplosan.

“AJS (Arnold) ditetapkan tersangka. Disangkakan dengan Pasal 338 KUHP dan Pasal 204 KUHP, ancaman 20 tahun penjara,” jelas Pasma dalam pers rilis di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (5/1/2024).

Menurut Pasma, dari hasil penyelidikan Tim Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, diketahui tersangka menyediakan 9 karafe miras.

“Setiap karafe itu, oleh tersangka ditambah dengan 100 mili metanol,” bebernya.

Pasma menambahkan, metanol itu sendiri diperoleh secara online.

“Manajemen cruz (Cruz Lounge Bar) membelinya dari toko online di Shopee,” tambah dia.

Untuk itu, keterlibatan manajemen Cruz Lounge Bar dalam kasus ini masih terus didalami.

“Kasus ini masih kami dalami dan kembangkan,” tandasnya.

Pesta miras di Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Surabaya yang digelar pada Jumat (22/12/2023) itu menewaskan tiga orang, dua di antaranya personel Band Ogie and Friends.

Tiga orang tewas itu adalah William Adolf Refly (drummer) dan Reza Ghulam Achmad (saxofone). Sementara satu lainnya bernama Indro, pengusaha sound system yang merupakan kolega dari Band Ogie and Friends.

Sementara peserta pesta miras yang selamat adalah MT (vokalis), OG (keyboard), HR (gitaris), SF (saxofone), DV (vokalis). Juga MF, rekan Indro.

Satu orang jadi tersangka atas kasus meninggalnya dua musisi band asal Surabaya, inisial WAR( 35) Tahun IP (36) Tahun RG (40) Tahun dan MR (40) Tahun dia kritis, setelah menenggak minuman keras (Miras) di Cruz lounge bar hotel Vasa Surabaya.Tersangkanya adalah bartender asal Kedurus Karangpilang berinisial, ADS (27) Tahun.

Setelah pemeriksaan oleh Polis pelaku ADS mengakui jika para korban sudah dibuatkan sebanyak 12 botol minuman oplosan dan mereka minum.

Sementara itu Kombes Pol Pasma Royce, S.l.K., M.H., mengatakan, atas peristiwa itu, istri korban WAG sudah membuat laporan polisi di Polrestabes dan langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

“Kemudian petugas juga telah otopsi jenazah WAG untuk kepentingan penyidikan dan pelaksanaan otopsi tentunya setelah memberi pemahaman ke pihak keluarga,”kata Kombes Pol Pasma Royce, S.l.K., M.H., Jumat (5/1/2023).

Lanjut, kemudian kami melakukan kegiatan pendalaman terhadap saksi maupun barang bukti yang ada dengan Barang bukti yang kita temukan dan alat bukti yang kita temukan sehingga bisa dilakukan penilaian secara objektivitas terhadap barang bukti tersebut apakah ada perubahan tidak pidana atau tidak. Maka dengan asesment.

“Dari para ahli inilah yang mendukung terhadap keputusan dan keyakinan dari penyidik untuk meningkatkan menjadi proses tersangka,”jelas Kombes Pol Pasma Royce.

Senada yang dikatakan AKBP Hendro Kasatreskrim Polrestabes Surabaya membenarkan kejadian tersebut dan saat ini penyidik Satreskrim Polrestabes sudah memintai sedikitnya lima saksi baik dari pihak bartender, lounge juga rekan sesama band. Saat ini Tim sudah turun dan melakukan penyelidikan.

“Saat itu, di lokasi ada dua personel band yang meninggal dunia dan tiga rekannya masih dirawat di rumah sakit,”ungkap Hendro.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya menambahkan, para korban ini ketika manggung, meminum minuman keras pada Jumat (22/12) pukul 20.00 hingga selesai pukul 23.30 WIB di Cruz Lounge Jalan Mayjen HR. Muhammad Surabaya.

“Namun peristiwa meninggal di hari lain dan di lokasi lain setelah para korban pulang. Sehingga memang dari pihak Vasa juga tidak monitor kabar akan meninggalnya para korban,”pungkas AKBP Hendro Sukmono, S.H., S.lK., M.l.K.

Kini korban RG dinyatakan meninggal dunia di RSI Wonokromo sekitar pukul 03.00 wib untuk korban inisial WAG meninggal sekira pukul 10.00 WIB pada Minggu (24/12/2023),”

(Andi)